Berbagi Semangat Bersama Komunitas Warung Nasi Bungkus

WOKWITHYUNG.COM | DENPASAR

Wok With Yung sebagai usaha layanan kuliner online yang terbilang baru di Denpasar membuat program untuk dapat sedikit membantu masyarakat terkena dampak pandemik COVID-19 di lingkungan sekitar yang terdekat

Program dengan nama “Manajemen Nasi Bungkus” ini menurut Erol pemiliknya, didasari atas keprihatinan yang dirasakan olehnya sejak wabah virus Corona mulai merambah ke Indonesia dan Bali khususnya. Saat itu banyak warga masyarakat Denpasar apapun profesinya kehilangan pekerjaan, yang otomatis pula kehilangan pendapatan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup mereka. Jangankan untuk membayar sewa tempat tinggal atau membayar cicilan kendaraan. Untuk makan saja pun mereka kebingungan.

“Kami meskipun bernasib sama dengan kebanyakan masyarakat lain , mungkin masih agak lebih beruntung karena memiliki sedikit tabungan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” ujar pria yang sebelumnya memiliki usaha dalam bidang event organizer itu.

Erol bersama istrinya memutuskan untuk segera beralih profesi sebagai penyedia makanan siap saji dalam kemasan (frozen food) dengan label “Wok With Yung” berbekal pengalamannya saat berbisnis kuliner di Surabaya beberapa tahun lalu. Produk makanan mereka ini dipasarkan dan dijual secara online. Beberapa menu andalannya seperti, Pempek Palembang, Cwie Mie Malang, Ayam Goreng ala Pemuda Surabaya, dan lainnya.

Sembari merintis bisnis barunya ini, mereka juga berencana menjual nasi bungkus dengan harga terjangkau untuk masyarakat sekitar tempat tinggal mereka. Satu bungkus dijual seharga 5000 rupiah. Ini atas saran seorang temannya dengan pertimbangan bahwa dengan harga tersebut, orang masih mampu membelinya dalam kondisi seperti ini.

Namun di hari pertama yang sedianya dirinya menjual nasi bungkus, Erol dan istrinya berubah pikiran. Mereka memutuskan untuk tidak menjualnya, melainkan menawarkannya secara gratis kepada setiap orang yang lewat.

Ternyata apa yang mereka lakukan hari itu mengundang simpati teman-teman dan relasi setelah dia mengunggahnya di akun media sosial miliknya. Teman-temannya menyatakan ingin ikut dalam aksi sosial itu, dengan mentransfer sejumlah dana agar dapat berpartisipasi. Malam itu juga, tak dibayangkan sebelumnya, dana yang terkumpul mencapai hampir senilai 1000 nasi bungkus.

“Saya terkejut dengan antusiasme kawan-kawan ini, lalu saya sadar bahwa diluar sana masih banyak orang yang perduli terhadap sesamanya. Tinggal bagaiman sekarang kita membuat sistem agar semangat ini dapat sampai dan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang dalam kesusahan” ungkapnya.

Lalu Erol menghubungi beberapa kenalan pemilik warung makan yang saat itu juga sedang kesulitan. warung mereka sepi pembeli, bahkan ada yang sudah tutup. Dia memesan nasi bungkus kepada mereka dan sekaligus meminta mereka membagikannya kepada warga sekitar tempat tinggal mereka, seperti apa yang dilakukannya.

Saat itu bertepatan bulan Ramadhan, dan rekan-rekannya sesama warung nasi itu merasa sangat gembira bisa ikut dalam aksi unik ini. jumlah mereka semakin bertambah setelah makin banyak para dermawan yang mempercayakan sebagian hartanya digunakan dalam aksi ini.

Konsep ini dikatakan oleh Erol adalah bisnis yang menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai tujuan utama, atau dikenal sebagai social intrepreunership. Selain dapat menghidupkan roda ekonomi, juga sebagai sarana saling membantu sesama warga.

Kegiatan tersebut berlangsung hingga sekarang dengan melibatkan sebanyak 20 warung makan di berbagai lokasi yang tersebar di Denpasar dan Badung.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi